Tampilkan postingan dengan label Drama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Drama. Tampilkan semua postingan
, , , , , , , , , ,

Kisah Masa Muda yang Mendebarkan, LIVE ON! (2020) | Marf's Series Review

It's been a long time sejak mereview series terakhir, kali ini Marfa datang kembali bersama series yang belum lama udah selesai, dari judul dan foto yang terpampang nyata pasti udah tau ini judul dramanya apa, yes LIVE ON. 

Awal mula mulai nonton drama ini karena gabut dan pengen nonton drama, akhirnya nyari-nyari dan ketemu ada drama on going yang kayaknya sabi nih buat diikutin. Apalagi buat yang suka nonton tapi males banget kalo episodenya kebanyakan? Oh jangan risau sobat, karena drama korea yang satu ini merupakan drama pendek dan cuma punya delapan episode aja! Beneran delapan episode dan selesai, ending. Jadi buat yang baru terjun di dunia perdrakoran, drama LIVE ON ini bisa dijadiin salah satu drama yang boleh dimasukin ke list kalian.

LIVE ON sendiri berlatar belakang kehidupan sekolah, dengan sedikit bumbu keluarga juga. Awal semester, ada satu anak yang beuh gila terkenal banget pokoknya selebgram. Udah jadi influencer semenjak masih SMA. Namanya, Baek Ho-rang. Tapi Ho-rang bukan orang yang ramah, temennya aja cuma satu itupun yang mulai pertemanan dari teman Ho-rang, si Kim Yoo-sin. Ngekorin Ho-rang mulu, tapi sifat Yoo-sin emang gitu sih.

Karena Ho-rang yang punya sifat yang kurang baik dan gak berbaur ke teman sekolahnya, akhirnya banyak dong yang gak suka. Seperti kebanyak orang pada umumnya yang suka bergunjing, gunjingan soal Baek Ho-rang paling manteblah.Tapi, karena ada satu hal yang buat Baek Ho-rang penasaran, akhirnya Ho-rang masuk radio sekolah, padahal ekskul yang lain juga ngajakin Ho-rang join, tapi kok yang dipilih malah masuk radio sekolah? Disini nih, masalah pertemanan, percintaan, kebencian, dan trauma bermunculan di kehidupan Baek Ho-rang.



Untuk alur ceritanya sendiri, menurutku sudah baik di awal namun pada bagian akhir menurutku  penyelesaian saat klimaksnya cepet banget. Mungkin ini juga diburu oleh jumlah episode yang terbatas jadi masalah puncaknya dipadatkan sedemikian rupa sampai semua penyelesaiannya bisa tetap terisi sesuai porsinya masing-masing. 

Satu hal yang membagongkan buat diriku sendiri, ternyata banyak perspektif yang gak aku tau, point of view yang diberikan di drama ini banyak banget dan menurutku itu menarik banget karena yang awalnya cuma mengira bahwa jika sesuatu terjadi baiknya tindakan selanjutnya tuh seperti ini tau. eh ternyata, ada tindakan lain yang bisa dilakukan juga. 

personal development terutama dari main lead bener-bener keliatan dan it's good. Jadi secara tersirat diperlihatkan sebuah perilaku yang baik itu 'seperti ini'. Drama LIVE ON sendiri mengajarkan mengenai bagaimana kita mesti bersabar jika ingin get to know to others. Kita gak bisa memaksakan seseorang harus terbuka kepada kita saat itu juga, kita juga gak bisa langsung ngejudge seseorang hanya dari satu tindakan atau kabar burung. See? Drama ini poin kehidupannya banyak banget!



Poin plus dari drama ini adalah fod god's sake, ini para pemainnya good looking semua. Mau cwk maupun cwk semuanya bersinar. Bukan cuma ngandelin good looking doang tapi acting mereka semua patut diacungin jempol. Jelas dong ini drama yang udah masuk stasiun tv korea JTBC, jelas no kaleng-kaleng kan.

But, somehow, buat para jomblowers diluaran sana yang ingin nonton drama ini kadang kalian harus cukup bersabar dengan banyaknya scene uwu kisah cinta anak remaja yang ditabur everywhere. Tapi memang, kisah cinta remaja tuh uwu banget entah pengaruh seragam sekolah atau emang masih minim pengetahuan mengenai percintaan jadi kadang jatohnya cringe but i still can take it. 

Aku rasa itu aja deh dari aku, takut malah spoiler kan susah. Drama ini juga cocok buat dinonton bersama keluarga sih menurutku karena it's 100% safe. palingan sekedar liat-liatan, pelukan, scene poppo pun itu sekali dan cepet banget yang menurutku gak bakalan membuat kecanggunggan di ruang keluarga kalo pengen marathon bareng.

intinya tulisan yang tebal itu bilang "Ho-rang tuh selalu makan sendirian" "Baek Ho-rang?" gitu. selain tulisan itu aku gak bisa baca soalnya fontnya nyusahin ><


Buat temen-temen yang mau nonton tapi bingung mau nonton dimana, aku punya satu solusi yaitu nonton di iQIYI soalnya drama korea LIVE ON ini gratis dari episode 1-8 dengan resolusi gambar mumpuni dan subs beragam bisa eng maupun indo. Biar lebih mudah bisa langsung klik di sini

Ini sama sekali bukan sponsor, tapi emang menurutku di iQIYI kualitasnya bagus dan it's free. so why not buat share sesuatu yang keren buat kalian. See u on my next series review <3

Share:
Read More
, , , , , , , , , ,

Hi Bye Mama 하이바이, 마마! (2020) When We Remember That We Will Die, The More We Will Live. | Marf Series Review


TV series Korea-- atau yang biasa disebut drakor emang gak pernah kehabisan akal dalam ngebuat cerita-cerita fiksi yang luar biasa. Kali ini, ada Hi Bye Mama. Mungkin gak banyak yang tahu dibanding sama The World Of Married yang booming banget kemarin. Mengangkat tema keluarga dan ikatan pertemanan namun ditambah dengan bubuk fiksi dikit. 

Hi Bye, Mama! adalah drama Korea yang berkisah tentang seorang perempuan bernama Cha Yuri,  diceritakan bahwa Cha Yuri telah meninggal dunia setelah kecelakaan tragis menimpanya 5 tahun lalu dan meninggalkan suami, Jo Kang Hwa yang bekerja sebagai dokter bedah dan seorang anak perempuan bernama Seo Woo. Cha Yuri sangat ingin kembali hidup menjadi manusia untuk bertemu kembali dengan suami dan anak perempuannya. Dalam upaya mewujudkan keinginannya, Cha Yuri diminta menyelesaikan misi yang harus dia selesaikan selama 49 hari. Sementara itu, Kang Hwa yang semula adalah seseorang yang sangat ramah dan dicintai, kini kepribadiannya mulai berubah, setelah istrinya meninggal. Setelah 5 tahun berlalu, tiba-tiba Cha Yuri muncul kembali di hadapan Jo Kang Hwa. (source)

                                         lee kyu hyung | Tumblr

Bayangkan kamu jadi si Cha Yuri, jadi arwah yang selalu ngekorin anaknya dari lahir sampe masuk TK. Ngelihat berbagai macam kejadian hidup suaminya. Juga, liatin bagaimana keluarga dan sahabatnya terpukul banget atas kepergian Cha Yuri. Banyak banget hal yang bisa dipetik dari drama ini. Terlebih lagi, untuk teman-teman yang merasa hidup tidak adil dan ingin mengakhirinya saja. Ayo, nonton drama ini. karena nyatanya hidup itu begitu berharga. 

Kalo kata mereka yang udah nonton, drama ini bakalan bikin kamu mewek disetiap episodenya. Gak bakalan ada satu episode yang gagal menyentuh hati kamu. Selayaknya hal magis, penyampaian pesan tersirat bisa nyampe banget ke penonton. Karena penonton diberikan point of view dari seseorang yang udah gak ada. Seseorang yang ingin hidup kembali. Keputusasaan kita di dunia, harus selalu diikuti dengan rasa bersyukur bahwa kita masih diberikan hidup.

𝘼𝙡𝙡𝙮 (@aliyariset) | تويتر

Banyak side story dari drama ini, contohnya mengenai kehidupan arwah-arwah yang lain. Setiap side story muncul, warna warni kehidupan itu memang ada. Dari mereka yang tidak mengharapkan kematiannya, bersedih karena meninggalkan orang yang terkasih di dunia, adapun yang memilih mengakhiri hidupnya sendiri dan berakhir menyesal ketika telah tiada. Sekali lagi, drama ini sangat cocok untuk dinonton sebagai self-healing. 

Teman-teman tidak bakalan kesal ataupun naik darah nonton drama ini, yang ada kalian malah heran 'kok bisa sih pada baik semua?' Semua pemain diberikan rasa empati yang besar banget. diberikan pula porsi untuk keluarga, untuk para orang tua yang kehilangan anaknya, untuk para sahabat yang kehilangan seseorang yang spesial baginya. Tidak ada hal yang mudah menerima perpisahan. Dalam drama Hi Bye Mama pun divisualisasikan dengan baik bagaimana merana orang sekitar ketika kita beranjak pergi dari dunia.

Rasa mengikhlaskan, rasa penyesalan, rasa bersalah, begitu banyak rasa dalam satu drama. perasaan yang kadang kali sering disepelekan. kesyukuran. Hidup dengan penuh kesyukuran merupakan anugrah terindah dalam menjalani kehidupan dunia.

Tahukah kamu apa yang lebih putus asa daripada mengatakan "Aku ingin mati"? "Aku ingin hidup". kata Yuri, dia ingin hidup, bukankah seharusnya dia hidup jika dia mau? - Hyunjung, Hi Bye Mama. 

Kutipan di atas merupakan kutipan yang paling mengena untuk diri saya sendiri dan mungkin saja untuk kalian juga. melihat dari point of view fiksi yang dibuat mengenai orang yang telah tiada, rasanya begitu menyesakkan sekaligus memberikan tamparan untuk selalu menghargai apa yang telah di dapatkan sampai detik ini. 

Fangirl Feels (@a_fangirlfeels) | Twitter

Visualisasi yang diberikan dari drama Hi Bye Mama! juga sangat baik, seperti layaknya drama di tahun 2020 yang sudah sangat mulus berbeda dengan drama beberapa tahun ke belakang. adapun momen momen lucu yang disisipkan ke dalam drama yang bisa membuat teman-teman sekalian berhenti sejenak dari rasa bersedih. 

Juga, mengenai pemikiran bahwa Ibu tiri merupakan sosok yang jahat terharap anak tirinya dan tidak akan merawat anak tersebut dengan baik. Jelas, drama ini menepis hal itu begitu jauh dan sangat apik diperankan oleh Go Bogyeol. Bukan hanya Go Bogyeol, tetapi pemeran yang lainnya pun memiliki porsi yang pas tanpa ada yang begitu dilebih-lebihkan.

Jadi, daripada review ini semakin panjang dan nonsense, sebaiknya diakhiri saja sampai disini. kalau teman-teman tertarik untuk menonton, Hi Bye Mama! udah ada di Netflix <3 


Share:
Read More
, , , , , , , ,

On Your Wedding Day 너의 결혼식 (2018) | Marf Movie Review



Jika kalian menyukai cerita mengenai perjuangan untuk mendapatkan hati sang pujaan maka film ini akan memuaskan kamu dengan caranya sendiri.Woo Yeon yang sejak pandangan pertama mulai menyukai Seung Hee mulai saat itu juga  mendekati Seung Hee. Karena mereka berdua adalah anak pindahan yang terpaut satu tahun, tiba-tiba saja keduanya dekat dengan sendirinya. Sering bolos bersama dan Woo Yeon berganti status dari teman menjadi pacar pura-pura Seung Hee.

Semua sandi milik Woo Yeon mulai berganti menjadi tahun lahir Seung Hee namun belum lama kebahagiaan Woo Yeon menemani, Seung Hee pindah sekolah dan membuat mereka bukan lagi apa-apa. Tetap tidak bisa Seung Hee, Woo Yeon yang tadinya tidak berniat untuk kuliah akhirnya mati-matian belajar agar bisa bertemu lagi dengan Seung Hee di kampus yang sama. Berkat perjuangan yang luar biasa, akhirnya mereka bertemu lagi.

Namun, untuk menjalin hubungan dengan Seung Hee, Woo Yeon harus bersabar karena nyatanya Seung Hee sudah memiliki kekasih, seorang ketua tim america football yang Seung Hee sukai sejak tiga detik pertama pertemuan mereka. Meski mengetahui Seung Hee punya kekasih, Woo Yeon tidak pernah berhenti untuk bisa mendapatkan hati Seung Hee, sebuah cinta pertama yang penuh lika-liku untuk bisa bersama.


Kalo menurut saya, film ini layaknya drama korea yang dirapatkan durasinya menjadi 110 menit saja. Dengan beberapa konflik yang terfokus kepada Seung Hee dan Woo Yeon dan juga bagaimana akhirnya mereka berhasil bersama dan bagian bagian lainnya. Dimana Woo Yeon yang tiba-tiba saja merasa pilihan yang ia buat salah dan bagaimana semua berakhir karena satu kata.

Tapi layaknya kisah pasangan yang berakhir ditengah jalan dan tidak bisa bersatu sampai liang lahat, cerita yang disuguhkan cukup menarik untuk diikuti. Dengan perawakan Woo Yeon dan si kecil Seung Hee yang membuat film On Your Wedding Day ditunggu tunggu untuk tayang di bioskop. Film ini sendiri hadir di bioskop indonesia tanggal 3 Oktober kemarin.

Respon untuk On Your Wedding Day pun cukup positif entah dari negara pembuat film sampai dengan negara-negara lain yang memberikan respon untuk film ini. Menurut The Korea Herald, film On Your Wedding Day "lucu, manis, ringan dan meningatkan kembali masa muda kalian." Majalah Online dari Filipina juga tidak mau ketinggalan memberikan respon, melalui  Cosmopolitan Philippines memberikan komentar berupa "memberikan pelajaran mengenai kehidupan dan percintaan tanpa terlalu murahan dan tidak realistis."
Share:
Read More
, , , , , , , , , ,

Howl's Moving Castle ハウルの動く城 (2004) | Marf Movie Review



Bagi para pecinta film animasi yang penuh fantasi pasti akan tertarik dengan salah satu film produksi Studio Ghibli yang satu ini, Howl's Moving Castle. Film yang diangkat dari sebuah novel karya Diana Jones dengan judul yang sama bercerita mengenai tokoh utama Sophie (18 tahun) yang dikutuk oleh Penyihir Pembuangan, merubahnya menjadi nenek berusia 90 tahun. Namun, dari situlah film mulai berjalan, menceritakan Sophie yang ingin menghilangkan kutukan yang tidak bisa ia ceritakan dan berkelana sampai membuatnya tinggal di kastil milik penyihir Howl. 

Howl merupakan penyihir tampan yang selalu berpindah pindah dan memiliki banyak tempat menyamar dan nama samaran. Penyihir yang selalu menyembunyikan dirinya agar tidak ditemukan oleh Penyihir Pembuangan, namun kedatangan Sophie mengubah hal tersebut. Mengubah pemikiran Howl yang selalu ingin bersembunyi di dalam Kastil bergerak miliknya. Singkatnya, Sophie jatuh cinta kepada Howl. Namun, Jantung Howl sudah digadaikan kepada iblis api, Calcifer. Bagaimana akhir mereka semua?


Secara animasi yang ditampilkan, untuk tahun 2004 grafik yang diberikan cukup baik untuk tahun rilis awalnya. Dengan pengambaran khas Studio Ghibli yang penuh dengan hal-hal aneh dan juga mendetail pada bagian bagaian raut wajah dan sekali lagi, aneh. Tapi, hal inilah yang membuat Studio Ghibli mempunyai ciri khas dari animasi animasi di Jepang, maupun animasi secara global. Mengacu selalu pada hal fantasi juga merupakan salah satu poin milik Studio Ghibli.

Cerita film ini berbeda dengan yang ditulis Diana Jones sebagai Author novel Howl's Moving Castle. Dengan beberapa perubahan dalam hal penambahan maupun pengurangan alur cerita namun titik fokusnya tetap kepada Sophie tapi dengan cara penggambaran Sang Sutradara Hayao Miyazaki. Ada banyak sekali hal-hal yang Miyazaki ubah dari novel menuju film garapannya, juga bagaimana cara Sophie dan Howl menuju hubungan mereka. 


Howls Moving Castle menerima banyak penghargaan di tahun 2004 sampai 2005. juga masuk ke dalam 10 film terbaik pada tahun 2005 diberbagai media. Salah satu media, USA Today memuji dalam kemampuan untuk mencampur "rasa imajinasi masa kecil dengan emosi dan motivasi luar biasa" Walaupun begitu, ada pula kritikus film yang menganggap Howl Moving Castle merupakan film garapan Miyazaki yang terlemah dan hanya mendapatkan 2,5 dari 4 bintang. 

Dalam rating IMDb sendiri Howls Moving Castle mencapai angka 8,2/10 (2018) dan tanggapan pribadi saya bahwa film ini memiliki alur cerita yang tidak membosankan dan ciri khas Studio Ghibli mkin membuat film ini tidak membosankan sama sekali. Jadi untuk kalian yang mencintai film animasi, saya merekomendasikan Howls Moving Castle untuk kalian nonton.

Terima kasih sudah membaca ulasan ini!



Sumber Gambar: Giphy dan IMDb Photo Gallery.
Share:
Read More